Bismillah….
kali ini saya ingin membahas masalah PLC. Makanan apa tu PLC ? ya ternyata bukan makanan, tp bisa buat cari makan. ( someone says like that, I don`t know exactly). Tapi coba kita pelajari aja apa maunya si PLC ini. oh iya buat para guru dan instruktur PLC, ni hanya dokumentasi saja, jadi mohon kritik dan saran. maaf seperti kebanyakan ngomong ya hahha, okey let us get started…..
PLC (Programmable Logic Controller) itu perangkat logika yang dapat diprogram, jd intinya kembali lagi ke pemrograman. tapi PLC itu tidak seperti diprogram layaknya buat aplikasi dekstop, web, atau mikrokontroller. PLC ini sendiri punya pemrogrammannya sendiri namanya Diagram Ladder (Diagram Tangga) soalnya mirip seperti susunan anak tangga. Jd setelah perangkat ini diprogram dengan ladder diagram maka perangkat ini dapat langsung dihubungkan ke Plant yang berdaya besar seperti motor 3 phasa. Terus ngapain belajar PLC, pake mikrokontroller juga bisa, tinggal tambahin rangkaian interfacenya ke motor ? Betul sekali, pertanyaan ini sering diutarakan oleh banyak orang. Mikrokontroller juga bisa digunakan, akan tetapi PLC ini lebih dispesifikkan ke arah pengontrol yang menggunakan daya-daya besar seperti yang ada di foundry-foundry saat ini. Industri sekarang sudah beralih ke sistem otomatis berbasis PLC, dah ga pake tenaga human beings lagi. PLC itu sebernarnya salah satu perangkat embedded system, sehingga didalam plc itu sendiri sudah terdapat mikrokontroller mungkin juga mikroprocessor. bagaimana cara membuat PLC dengan mikrokontroller entar saya bahas dengan tulisan berikut.
Untuk bisa menaklukan PLC ini dibutuhkan pemahaman dasar teknik digital, dan ini wajib hukumnya dalam dunia PLC. Bagaimana hubungan PLC dengan teknik digital (baik2 aja sampai sekarang, hehe). Jd untuk merancang program Ladder ini kita perlu mengetahui dasar digital, krena kl dilihat dari sisi PLC sendiri itu sangat dan teramat mudah krn hanya berbicara NC, NO, Addresing, timer, counter,dll dan itu semua hanya simbol2 teknik saja. Didalam teknik digital kita perlu tahu apa itu peta K atau tabulasi McCluskey untuk menyederhanakan persamaan digital, dan ini juga dibutuhkan untuk menentukan simbol-simbol apa saja yang perlu digunakan dalam diagram ladder.
Didalam perancangan kontroller PLC kita perlu mengetahui input, output, serta behaviour dari system itu sendiri. apa maksud semua itu, oke saya akan jelaskan satu per-satu:
input -> ini untuk mengetahui jenis sensor yang digunakan, dan apakah tipe sink atau source. (waduh apalagi tu sink atau source, kalau sink berarti tipe sensornya transistor PNP tapi kalau source itu NPN, ini dibutuhkan saat mulai instalasi).
output->ini untuk mengetahui apa plant yang ingin dikendalikan. (apakah gerakan motor pintu otomatis atau mau gerakkan lift).
behaviour-> nah ini sendiri tingkah laku dari sistem yang ingin dikendalikan oleh PLC, dari input dan output yang ada.
contoh kasus lift:
input -> tombol up dan down, buka dan tutup, terus id card detector, overload detector.
output -> tampilan buat nunjukin posisi dilantai berapa liftnya berada, indikator overload, motor pengerak lift.
behaviour-> mungkin pada tahu semua gimana kerja lift (elevator) itu sendiri, dan kerja lift itu lah yang disebut tingkah laku sistem.
waduh dah banyak cerita ni mungkin pembaca dah pada kesel dengan dokumentasi ini. maaf mungkin tulisan berikut akan langsung ke contoh implementasinya aja kali ya soalnya berhubung belum saya persiapkan tulisannya…
wassallam…






